Hari ini aku menerima telephone, dari seseorang yang belum aku kenal seorang ibu yang sudah lama aku harapankan untuk menghubungi aku,karena aku ingin Beliau menjadi bagian dari hidup ku...
ternyata telephon itu membuat aku menangis pagi ini...
Ibu itu berkata, jauhi anaknya, jangan kau dekatin dya lagi, jangan kau telephone atau sms lagi, kasihan Istrinya lagi hamil Tua, mengandung anak yang ke 2..
Bagikan disambar petir disiang hari atau apa lah istilahnya yang jelas aku kaget tak kira, aku diam seribu bahasa, mendengarkan Ibu itu berbicara, siapakah yang dimaksud ini semua....
Kekasihku kah.......??? Orang yang begitu baik dan aku percaya selama ini , ternyata berbohong selama ini.
Selama ini aku menjadi kekasih gelapnya, yang dya manja dengan berbagai kemewahan yang diberikan untuk aku. hanya menangis yang bisa aku lakukan saat ini, orang yang begitu baik dan dimata aku tak kurang suatu apa menempatkan aku sebagai kekasih gelapnya.
Dari telphone pagi tadi terungkap semuanya, haruskah aku menangis atau menyalahkan kebodohan ku ini, apakah aku bodoh atau aku pinter.... dan juga bodoh...sebagai wanita......?
Ibu yang selama ini aku harapankan menjadi bagian dalam hidup aku melarang aku untuk berhubungan dengan anaknya yang selama ini menjadi kekasih ku.. harapan dan asa ku pun terpupus setelah tahu menempatkan aku pada posisi yang sangat sulit...
Untuk Teteh istrinya Aa maafin aku, aku yang tak pernah tahu apapun tentang Aa mu itu, yang telah memberikan kasihnya padaku dan akupun menerima dengan penuh suka cita selama ini, merenda asa bersama Aa mu.
Hanya maaf yang aku bisa ungkapkan beribu-ribu maaf, sudah banyak yang aku lakukan bersama suami mu itu teteh, dari makan bareng sampai menghabiskan malam, tak pernah terbesit dalam hati bahwa Aa ku adalah suami mu, ayah dari anak-anak mu..
ternyata telephon itu membuat aku menangis pagi ini...
Ibu itu berkata, jauhi anaknya, jangan kau dekatin dya lagi, jangan kau telephone atau sms lagi, kasihan Istrinya lagi hamil Tua, mengandung anak yang ke 2..
Bagikan disambar petir disiang hari atau apa lah istilahnya yang jelas aku kaget tak kira, aku diam seribu bahasa, mendengarkan Ibu itu berbicara, siapakah yang dimaksud ini semua....
Kekasihku kah.......??? Orang yang begitu baik dan aku percaya selama ini , ternyata berbohong selama ini.
Selama ini aku menjadi kekasih gelapnya, yang dya manja dengan berbagai kemewahan yang diberikan untuk aku. hanya menangis yang bisa aku lakukan saat ini, orang yang begitu baik dan dimata aku tak kurang suatu apa menempatkan aku sebagai kekasih gelapnya.
Dari telphone pagi tadi terungkap semuanya, haruskah aku menangis atau menyalahkan kebodohan ku ini, apakah aku bodoh atau aku pinter.... dan juga bodoh...sebagai wanita......?
Ibu yang selama ini aku harapankan menjadi bagian dalam hidup aku melarang aku untuk berhubungan dengan anaknya yang selama ini menjadi kekasih ku.. harapan dan asa ku pun terpupus setelah tahu menempatkan aku pada posisi yang sangat sulit...
Untuk Teteh istrinya Aa maafin aku, aku yang tak pernah tahu apapun tentang Aa mu itu, yang telah memberikan kasihnya padaku dan akupun menerima dengan penuh suka cita selama ini, merenda asa bersama Aa mu.
Hanya maaf yang aku bisa ungkapkan beribu-ribu maaf, sudah banyak yang aku lakukan bersama suami mu itu teteh, dari makan bareng sampai menghabiskan malam, tak pernah terbesit dalam hati bahwa Aa ku adalah suami mu, ayah dari anak-anak mu..

